Ketum Intani: Sektor Pertanian Menciptakan Aktifitas Ekonomi Yang Berdampak Besar Bagi Masyarakat dan Alam

0
148
Tangkapan Layar webinar inspirasi bisnis Intani #59 ditayangkan live streaming di TANI TV, Rabu (16/02).

INN.CO.ID – Webinar inspirasi bisnis Intani seri ke 59 dengan tema ‘Kiat Sukses Bisnis Sayur Tembus Supermarket Ibu Kota’, hari Rabu(16/02), menghadirkan inspirator muda berusia 23 tahun dari desa Ciherang, Pacet, Cianjur, Jawa Barat, Fahmi Maulana sebagai narasumber. Ia merupakan pendiri dan owner dari FRR Fresh Vegetables dan ketua kelompok tani B3 (Buniaga Bertani Bersama) yang beranggotakan 28 orang.

Fahmi terjun ke bisnis sayuran sebagai supplier sejak 2016, tepatnya setelah lulus dari SMKN 1 Pacet, jurusan pertanian. Tanpa bantuan pemerintah ia mampu berkembang hingga saat ini, walaupun menghadapi banyak proses jatuh bangun. Saat ini Fahmi dibantu tujuh orang sahabatnya dari almamater yang sama untuk mengelola manajemennya.

Guntur Subagja, ketua umum INTANI – Insan Tani dan Nelayan Indonesia dalam pengantarnya sangat kagum dan bangga dengan apa yang sudah dicapai Fahmi. “Anak muda yang mampu memperjuangkan mimpinya dan tidak semua orang bisa apalagi seusia ini.”

Menurut Guntur, “Fahmi ini bisa menjadi figure milenial yang menginspirasi banyak orang di semua sektor. Memiliki passion yang kuat sehingga mampu menghadapi masalah, proses jatuh bangunnya dan bangkit lagi mencari solusi. Saya optimis dengan sosok Fahmi ini, petani-petani milenial di daerah lain akan bertambah.”

“Kita ingin Fahmi menularkan kepada generasi muda, termasuk juga yang dilakukan Intani saat ini memberikan inspirasi kepada banyak orang. Bagaimana anak-anak muda, asal mau banyak peluang dan kesempatan yang ada. Apalagi ini bukan hanya sekadar mencari pekerjaan, tetapi ini adalah bagaimana kita menciptakan suatu aktifitas ekonomi yang juga memberikan dampak besar bagi masyarakat sekitar dan juga alam,” tutur Guntur.

Lahan Pertanian yang dikelola Fahmi di desa Ciherang, Pacet, Cianjur, Jawa Barat.

Lebih lanjut Guntur mengatakan “Pola yang dilakukan Fahmi sudah terstruktur, di Intani kami menyebut dengan ekosistem value chain di sektor pertanian. Jadi dari hulu budidayanya sudah di manage, hingga hilir untuk pemasaran.”

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada rantai pasar yang panjang, sehingga petani sering mendapat harga murah dari hasil panennya. “Untuk memutus rantai pasar yang panjang bukanlah hal yang mudah. Seperti langsung menjadi supplier ke supermarket, di sana sangat ketat soal quality control dan administratif. Namun dengan kecerdasan intelektual dan spiritual serta human relationship yang baik, Fahmi mampu melakukannya,” ujar Guntur.

Guntur pun memberikan saran agar lebih memperkuat manajemennya dari sisi keuangan, tata kelola suplai dan juga berkolaborasi dalam hal distribusi. Lalu memperluas industri hilirnya dengan mencetak lapangan kerja seperti melibatkan anak muda untuk grading dari hasil panen serta packaging. Selain itu juga mulai memasarkan di pasar digital.

“Dari model bisnis yang dilakukan Fahmi, nanti bersama Intani kita akan kembangkan ke daerah-daerah lain. Caranya dari Intani nanti akan merekrut anak-anak muda untuk diedukasi. Kami dari Intani juga sedang menjalin kerja sama dengan Biro Ekonomi provinsi Jawa Barat, dalam rangka menguatkan program ‘petani milenial’ yang sedang dikembangkan pemerintah provinsi Jawa Barat. Dan di sini ada Fahmi, sebagai tokoh yang bisa menginspirasi untuk mencetak para petani milenial lainnya sehingga mencapai ketahanan pangan di Jawa Barat dan Nasional,” tutup Guntur.* (na-in)

LEAVE A REPLY