Perkuat Koordinasi, Kemendag Jaga Stabilitas Harga dan Stok Kedelai Nasional

0
132
Ilustrasi

INN.CO.ID, Jakarta – Direktur   Jenderal   Perdagangan   Dalam   Negeri   Oke   Nurwan mengungkapkan, Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga kedelai nasional. Koordinasi dengan importir kedelai serta perajin tahu dan tempe terus diperkuat. Kementerian Perdagangan memastikan  stok  kedelai  nasional  aman  meski  terjadi    kenaikan  harga  kedelai  yang  signifikan selama dua minggu terakhir.

Hal ini disampaikan Dirjen Oke dalam konferensi pers bersama Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe  Tahu  Indonesia  (Gakoptindo)  Aip  Syarifuddin  dan  Sekretaris  Jenderal  Asosiasi  Importir Kedelai Indonesia (Akindo) Hidayatullah Suralaga secara virtual pada Jumat (11/2).

“Menyikapi harga kedelai dunia yang masih cukup tinggi, Kemendag bersama seluruh pelaku usaha kedelai nasional akan terus berupaya menyediakan stok kedelai cukup untuk memenuhi kebutuhan industri  perajin  tahu  dan  tempe  menjelang  puasa  dan  Lebaran  2022.  Pemerintah  juga  meminta dukungan  importir  kedelai  untuk  konsisten  menjaga  harga  keekonomian  kedelai  impor  tetap terjangkau di tingkat perajin tahu dan tempe,” tegas Oke.

Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai pada minggu kedua Februari 2022 mencapai  15,77  USD/bushels.  Harga  ini  diperkirakan  terus  naikhingga  Mei  yang  mencapai  15,79 USD/bushels dan mulai turun pada Juli sebesar 15,74 USD/bushels.

Kenaikan harga disinyalir akibat adanya kenaikan inflasi di negara produsen yang berdampak pada kenaikan harga masukan produksi, terjadi kekurangan tenaga kerja, dan kenaikan biaya sewa lahan. Selain  itu,  disebabkan  ketidakpastian  cuaca  di  negara  produsen  yang  mendorong  petani  kedelai menaikkan harga.

Sementara itu, total stok yang dimiliki Akindo tercatat sebesar 300 ribu ton. Jumlah ini berasal dari stok  awal  Februari  yang  tercatat  sebesar  160  ribu  ton  ditambah  pemasukan  pada  pertengahan Februari  sebesar  140  ribu  ton.  Jumlah  tersebut  diperkirakan  cukup  untuk  memenuhi  kebutuhan selama dua bulan ke depan (Februari–Maret 2022).

Akindo berkomitmen untuk menjaga harga kedelai di tingkat importir sebesar Rp10.500 –11.500/kg pada Februari 2022 dan akan ditinjau kembali setiap akhir bulan berdasarkan perkembangan harga kedelai  dunia.  Hal  ini  dilakukan  guna  memberikan  kepastian  harga kedelai  kepada  perajin  tempe dan tahu serta menjaga situasi kondusif di tengah ketidakpastian harga kedelai dunia.

“Pemerintah berharap masyarakat dapat memaklumi dan menerima kenaikan harga tempe dan tahu  guna  menjaga  keberlangsungan  usaha  perajin  tempe dan  tahu  serta  pelaku  usaha  kedelai lainnya.  Mari  bersama  saling  bahu  membahu  dalam  mendorong  pemulihan  ekonomi  nasional, terutama pada saat pandemi Covid-19 saat ini ”pungkas Oke.* (na—sumber: kemendag.go.id)

LEAVE A REPLY