Wamenlu Sebut Akan Terus Lakukan Reformasi Ekonomi

0
21
Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar (foto: dok/Kemenlu).

INN.CO.ID – Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar mengatakan Indonesia berupaya menangani dan melanjutkan reformasi ekonomi, bersamaan dengan fokus yang diberikan terhadap penanganan pandemi.

Menurut Mahendra, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (04/6/21) Salah satu upaya yang dilakukan dalam reformasi ekonomi itu, menurut Mahendra, yakni dengan memperbaiki iklim investasi Indonesia dan melalui Undang-Undang Cipta Kerja.

“Kami juga ingin memastikan bahwa performa kemudahan berbisnis di Indonesia dapat membaik dan kami telah mencatat terdapat lima faktor yang membuat rating kemudahan berbisnis Indonesia masih relatif hanya berada di level tengah dibandingkan dengan negara-negara lain,” katanya.

Faktor tersebut diantaranya melalui proses pengadilan sipil, perizinan konstruksi, transparansi, pemerintahan terkait regulasi perdagangan internasional, dan pendirian bisnis yang masih dianggap memakan waktu yang panjang serta isu registrasi properti.

Ia pun menekankan komitmen kuat pemerintah Indonesia terkait perbaikan iklim investasi dan kemudahan berbisnis di Indonesia. Termasuk dengan pembentukan dua satuan tugas dengan memastikan bahwa semua pihak yang mengajukan proses investasi dapat dilayani dan difasiitasi dengan sesuai.

Selain itu, faktor bertanggung jawab memberikan laporan kepada presiden dan untuk menilai dan mengevaluasi implementasi regulasi terkait UU Cipta Kerja. Indonesia telah berhasil menarik investasi langsung (direct investment) senilai 15 miliar dolar AS (Rp 217 triliun) dalam kuartal pertama tahun 2021.

Ia menuturkan pada tahun lalu, meski diterpa pandemi, Indonesia telah berhasil mencapai target untuk mendapatkan investasi langsung senilai 57 miliar dolar AS (Rp826) baik dari perusahaan asing maupun domestik.

“Dalam pembaruan terkini, di kuartal pertama tahun 2021, kita telah menyaksikan realisasi investasi langsung ke Indonesia telah mencapai 15 miliar dolar AS, 34 persen dari total target tahun ini,” papar Mahendra.

Dia pun mengatakan bahwa angka tersebut juga menunjukkan peningkatan sebesar 5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (ud/ed).

LEAVE A REPLY