DPR Minta Pemerintah Tetapkan Tragedi Kapal Naggala-402 Sebagai Hari Berkabung Nasional

0
110

INN.CO.ID – Anggota DPR RI fraksi Demokrat, Achmad menyamoaikan duka cita mendalam atas tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Laut Utara Bali pada Sabtu (26/4/2021) sore kemarin.

Kapal selam KRI Nanggala-402 membawa 53 awak saat kejadian itu tengah melakukan latihan pengujian penembakan torpedo.

“Kabar duka menambah rasa pilu seluruh rakyat Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai. Banyak pihak yang turut berduka cita dan mendoakan evakuasi berjalan lancar. Saya pribadi mengucapkan duka cita mendalam atas gugurnya semoga Allah memberi tempat terindah untuk mereka dan diberikan ketabahan bagi keluarganya,” kata Achmad kepada wartawan, Senin (26/4/2021).

Anggota Komisi VIII dari Fraksi Demokrat itu meminta pemerintah menetapkan hari berkabung nasional dan memasnag bendera setengah tiang. Hal ini sebagai bentuk penghormatan terhadap gugurnya 53 putra terbaik bangsa dalam menjalankan tugas.

“Sebagai bentuk penghormatan kita bagi mereka yang telah gugur dalam menjalankan tuga negara,” tambah Achmad.

Lebih lanjut, kata Achmad, ia meminta pemerintah bergerak cepat melakukan evakuasi di mana titik kapal tersebut tenggelam dan mengerahkan seluruh teknologi yang ada agar proses evakuasi berjalan lancar.

“Hal yang dilakukan saat ini adalah melalukan evakuasi secepat mungkin. Dalam kasus hilangnya KRI Nanggala ini kita perlu mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki dan harus bekerja cepat,” tegasnya.

Sepeti diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 ditemukan dengan kondisi terbelah menjadi tiga bagian. Pecahan lain seperti jangkar hingga baju keselamatan turut menjadi petunjuk petugas ke lokasi tenggelamnya kapal selam.

“Ini badan kapal cuma memang tidak terlalu terang. Kemudian ini bagian belakang yang tidak berbadan tekan, ini kemudi horizontal, ini kemudi vertikal, ini bagian buritan, yang lepas ini dari badan utama yang berbadan tekan,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Yudo Margono, kemarin.

Yudomenerangajn, sejumlah retakan juga ditemukan di badan kapal selam. Kondisi pecahan lainnya juga tampak menyusut akibat tekanan air laut diperkirakan berada di kedalaman 838 meter.

“Kondisi subsunk (tengelam_red) pada kedalaman 838 meter seperti ini sangat kecil kemungkinan awak KRI Nanggala dapat diselamatkan,” pungkasnya. (ud/ed).

LEAVE A REPLY