Daliman Sukses Budidaya Jamur Tiram di Pusat Kota Yogyakarta

0
127

INN.CO.ID – Bertani selalu identik dengan desa yang memiliki lahan pertanian luas. Namun hal itu tak berlaku bagi Daliman, petani urban asal Danurejan – Yogyakarta, sukses budidaya jamur tiram di rumahnya yang berada di kawasan padat penduduk.

“Saya bertani di lantai atas rumah yang kebetulan bangunannya belum jadi, akhirnya saya jadikan tempat untuk menanam aneka sayur, lalu sekarang fokus ke cabe rawit dan jamur tiram,” terang Daliman mengawali paparannya sebagai narasumber inspiratif webinar inspirasi bisnis Intani seri ke 85, Rabu (07/09).

Bertani adalah hobi bagi Daliman yang saat ini ditekuni hingga bisa menjadi side income sangat menjanjikan. “Dari jamur tiram itu bisa dapat 150 – 250 ribu per hari, belum dari cabai rawit,” ujarnya.

Pada Oktober 2021, Daliman mulai budidaya jamur tiram dengan modal 250 ribu untuk membeli 100 baglog jamur. “Jadi dari hasilnya saya tabung, lalu putar lagi beli baglog hingga sekarang sudah ada 2.500 baglog di tempat saya”.

Daliman menceritakan awal budidaya jamur tiram sengaja mulai dari kecil dulu sambil berjalan untuk cari pasarnya. “Jadi hasil panen saya bisa dipastikan laku terjual semua, saat permintaan sudah mulai bertambah baru saya tambah baglog lagi”.

Untuk pasar Daliman sudah merambah mulai dari pembeli eceran, suplai ke rumah makan hingga grosiran. “Saat panen sedang melimpah dan permintaan sudah cukup, maka sisa panennya saya jadikan kripik,” ujarnya sambil menunjukan produk kripik jamur tiram buatannya.

Daliman juga memberikan tips untuk budidaya jamur tiram, pastikan ruangan yang digunakan sirkulasi udaranya cukup, agar pertumbuhan jamur cepat. “Kalau tempat saya ini kan di atas atap, jadi bagian atasnya saya tutupi plastik uv serta di bawah menggunakan paranet empat lapis agar sirkulasi udaranya tetap terjaga”.

Bagi Daliman sukses tidaknya seseorang bertani itu bukan pada tempatnya tetapi seberapa besar kemaunnya untuk belajar dan memaksimalkan potensi sekitar yang ada. “Bangun relasi yang luas, banyak belajar maka potensi sekecil apapun bisa menjadi income yang maksimal serta memberikan dampak yang baik bagi kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat, M.Sc., Pembina Intani dan Guru Besar FEB Universitas Gadjah Mada sangat mengapresiasi sosok Daliman yang sukses menjadi petani di pusat kota. “Intani sebagai connecting people, menghubungkan kita semua yang peduli terhadap alam dan sang maha pencipta serta terus berbagi inspirasi untuk memajukan kembali sektor pertanian nusantara”.

“Daliman sangat menginspirasi kita semua bahwa bertani tidak harus di desa, di pusat kota pun bisa. Sangat luar biasa, semoga kedepannya lebih banyak yang mengikuti jejak sukses Daliman,” tutup Prof. Gunawan.

Webinar inspirasi bisnis Intani ditayangkan streaming di TANITV setiap hari Rabu, pukul 09.00 – 11.00 WIB.*

LEAVE A REPLY