Mendag Lutfi Lepas Ekspor Perdana Kelapa Parut Sasa ke Bulgaria

0
133

INN.CO.ID, Cikarang – Menteri  Perdagangan  Muhammad  Lutfi  melepas kontainer ekspor perdana produk high fat  desiccated coconut,  atau kelapa  parut kering, produksi  PT  Sasa  Inti ke  Bulgaria. Pelepasan tersebut dilakukan di PT Sasa Inti, Cikarang, Jawa Barat, hari ini, Jumat (8/4). Mendag Lutfi mengatakan,  berbagai  upaya  terobosan  perlu  ditempuh  untuk  menembus  pasar  nontradisional seperti Bulgaria.

Mendag  Lutfi  melepas  ekspor produk  kelapa parut kering tersebut  bersama  Duta  Besar  RI  untuk Bulgaria,  Albania,  dan  Makedonia  Utara  Iwan  Bogananta  dan  Presiden  Direktur  PT  Rodamas  Inti Internasional Hadi Santoso sebagai perwakilan PT Sasa Inti.

“Pelepasan  kontainer  ekspor  perdanakelapa  parut kering Sasa ke  Bulgaria  hari  ini menjadi  suatu kebanggaan  karena  merupakan  bentuk  terobosan  pelaku  usaha  Indonesia  untuk  menembus  pasar nontradisional. Memperkenalkan kelapa parut kering ke pasar internasional membutuhkan waktu dan tenaga,  tetapi ternyata berhasil  dilakukan  di  Bulgaria.  Kami  harap  perwakilan  RI  di  Bulgaria akan terusmembuka  pasar  Bulgaria  bagi  produk-produk  Indonesia lainnya,” kata Mendag  Lutfi  saat memberi sambutan.

Ekspor  kelapa  parut kering ini  merupakan kerja  sama  antara  PT  Sasa  Inti  dari  Indonesia  dan P.I.C.Co dari  Bulgaria. Ekspor tersebut diestimasi  memiliki nilai potensial USD  1,5  juta hingga  akhir  2022 dengan estimasi volume 600–1.000 ton. Ekspor kelapa parut kering ini turut menjadi upaya bersama mempopulerkan Indonesia spice  up  the  world, atau  misi  mempopulerkan  bumbu  masak  dan  kuliner Indonesia.

Pada  2021, ekspor  kelapa  parut kering Indonesia ke  Bulgaria mencapai  nilai USD  198  ribu. Indonesia berada  di  urutan  ketiga  eksportir  kelapa  parutkeringke Bulgaria.  Negara  pesaing  dari  ASEAN  untuk produk  sejenis  di  pasar  Bulgaria  adalah  Singapura di  urutan  kedua dan  Malaysia di  urutan  kelima. Sementara  itu, di  periode  yang  sama, ekspor  kelapa  parut kering Indonesia  ke  dunia  mencapai  USD 234,67 juta. Lima negara tujuan ekspor terbesar kelapa parut kering Indonesia adalah Jerman, Rusia, Singapura, Belanda, dan Mesir.

Dalam pelepasan ekspor kali ini, turut hadir Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional(PEN)Kementerian Perdagangan Didi  Sumedi, dan Partnership  Bella group  Bulgariaserta Komisaris  PTRodamas  FrankySibarani.

Mendag  Lutfi  menambahkan,  keberhasilan  ekspor  perdana  kelapa parutkeringtidak  lepas dari  kerja keras   Kedutaan   Besar   RI   di   Sofia,   Bulgaria. “Pemerintah  Indonesia  sangat  mengapresiasi  dan berterima kasih  atas  apa  yang  telah  dilakukan  Duta  Besar  RI  di  Bulgaria  dalam  membuka  pasar produk-produk Indonesia di pasar Bulgaria,”ujar Mendag Lutfi.

Sementara  itu, Dirjen  PEN Kemendag Didi  Sumedi  jugamengapresiasi  upaya  perusahaan.  Ia  jugaberkomitmen untuk  mendorong  berbagai  upaya  peningkatan  ekspor  melalui  sinergisitas  dengan berbagai pihak, termasuk dengan perwakilan Indonesia di luar negeriserta pelaku usaha.

“Saya meyakini PT Rodamas Inti Internasional dapat menjadi pelopor bagi terbukanya pasar ekspor produk  kelapa  parut  kering  secara  khusus,sertauntuk  seluruh  produk  bumbu  dan  rempah  Indonesiasecara  umum.  Kami  di  Kemendag  terus  berkomitmen  untuk  bersinergi  dengan  seluruh  pemangku kepentingan,termasuk  melalui  perwakilan  perdagangan  yang  tersebar  di  berbagai  negara,untuk mempromosikan bumbu dan rempah Indonesia,”ungkap Didi.

Indonesia  menjalin  hubungan  dagang  yang  cukup  stabil  dengan  Bulgaria.  Hal  tersebut  ditunjukkan dengan kinerja ekspor yang cukup gemilang bagi produk-produk Indonesia yang diekspor ke Bulgaria. Kinerja  ekspor  nonmigas  Indonesia  ke  Bulgaria  adalah  sebesar  USD  39,78  juta  pada  2021.  Nilai tersebut cukup tinggi mengingat masih adanya pandemi Covid-19.

Produk  utama  yang  diekspor  Indonesia  ke  Bulgaria  antara  lain  produk  karet  sebesar  USD  9,81  juta, suku  cadang  elektronik  USD  4,76  juta,  minyak  nabati  USD  3,20  juta,  asam  amino  USD  1,99  juta,  dan timah USD 1,60 juta.

Masih Terbuka Lebar

Dubes Iwan meyakini, ekspor kelapa parut kering ini menjadi momen bersejarah yang menjadi bagian dari  kebangkitan ekonomi  Indonesia  pasca pandemi  dan kembali  menggairahkan  ekspor  nasional. Ia juga  berharap  ekspor produk kelapa  parut kering ini akan  memicu ekspor  produk-produk  unggulan ekspor nasional lainnya ke pasar Bulgaria dan negara Eropa lainnya.

“Market share produk ekspor nasional Indonesia di Bulgaria, Albania, dan Makedonia Utara masih sangat terbuka untuk dikembangkan. Sebagai contoh, kelapa parut kering yang akan kita ekspor saat ini market  share-nya  di  Bulgaria  kurang  lebih  13 persen.  Sedangkan,  permintaan  impor  Bulgaria terhadap  produk  sejenis  cukup  diminati,  Bulgaria  selama  ini  mengimpor  produk  tersebut  dari  Sri Lanka,   sementara   perdagangan   Indonesia   untuk   produk   sejenis   masih   di   bawah   Vietnam   dan Malaysia,”lanjut Dubes Iwan.

Selaku  perwakilan  dari  PT.  Sasa  Inti  dalam  mengembangkan  bisnis  internasionalnya,  Presdir  PT. Rodamas  Inti  Internasional,  Hadi  Santoso  mengungkapkan  perjanjian  kerjasama  ini  merupakan kelanjutan daripenandatanganan Letter of Intent (LOI)dengan P.I.C.Co tahun lalu. Perjanjian ini turut membuka  jalan  bagi  bentuk  kerjasama  lainnya. Saat  ini Sasa  ditunjuk  menjadi pemasok  bahan baku utama  bagi  pabrik  rendang  pertama  di  Bulgaria  yang  digagas  bersama  oleh  pakar  kuliner  Indonesia William Wongso, P.I.C.Co, dan Dubes Iwan.

“Kami percaya bahwa bumbu masak Sasa memiliki kualitas dunia dan sangat bisa diterima oleh masyarakat  dunia.  Oleh  karena  itu,  kami  sangat  setuju  dan  terus  mendukung  program  pemerintah Spice Up the World karena kuliner Indonesia tidak seharusnya eksklusif untuk orang Indonesia tetapi juga untuk bisa dinikmati dan disukai oleh seluruh masyarakat dunia,”kata Hadi.* (as-rls)

LEAVE A REPLY