Urban Farming Hidroponik, Meningkatkan Minat Milenial Terjun ke Sektor Pertanian

0
129
Diskusi Materi Teknik Hidroponik saat Webinar Inspirasi Bisnis Intani #58

INN.CO.ID – Profesi sebagai petani identik dengan kotor, berlumpur dan berpenghasilan kecil. Stigma ini yang membuat generasi milenial enggan terjun ke sektor pertanian. Namun hal tersebut dipatahkan oleh Dede, petani milenial berusia 28 tahun yang sukses bertani memanfaatkan teknologi urban farming hidroponik dan memiliki penghasilan ratusan juta.

Guntur Subagja, ketua umum Intani mengapresiasi apa yang telah dilakukan Dede. “Ini bagus sekali untuk menarik minat pemuda mau bertani. Dengan pendekatan teknologi urban farming hidroponik menghilangkan kesan bertani itu kotor.”

Dede merupakan owner Pohaci Farm, Sukabumi yang mulai dirintis sejak tahun 2020. “Saat ini sudah ada 20 orang yang ikut mengelola Pohaci Farm. Semuanya pemuda sekitar, awalnya datang main-main saja ke green house, lalu mereka tertarik dan ikut bergabung,” ujar Dede saat menjadi narasumber webinar inspirasi bisnis intani seri ke 58 dengan tema “Berkebun Hidroponik & Kopi Petani Milenial Panen Ratusan Juta”.

Ia menambahkan saat ini sudah memiliki 6 green house, seluas setengah hektar. “Untuk lahan saya sewa. Banyak lahan kosong tidak dikelola, karena pemilik lahan di sana sudah tua namun anak-anaknya enggan terjun ke sektor pertanian dan memilih urban ke kota.”

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini sudah ada 15.000 lubang tanam di green house nya. Dede fokus budidaya sayuran dan melon ithanon. Untuk budidaya sayur ia menggunakan teknik apung, sedangkan melon teknik irigasi tetes.

Praktisi urban farming hidroponik, Slamet Riyanto turut berkomentar seputar macam-macam teknik hidroponik. “Untuk pertama ada teknik apung deep water culture , lalu teknik instalasi ada dua sistem yaitu NFT Nutrient Film Technique dan DFT Deep Flow Technique, serta teknik kapiler wick system. Namun untuk teknik kapiler ini sudah jarang digunakan, karena kurang efisien.”

“Teknik apung ini tidak menggunakan instalasi, jadi menggunakan gabus sebagai media tanam. Dengan kolam sedalam  10-15 cm dan menggunakan pompa untuk memberikan oksigen pada larutan nutrisi,” imbuh Slamet.

Menutup webinar yang diselenggarakan setiap Rabu oleh Intani (Insan Tani dan Nelayan Indonesia), Ila Failani yang bertugas sebagai host menyampaikan bahwa Intani akan membuatkan grup atau pelatihan khusus membahas detil sistem hidroponik guna menampung animo peserta webinar yang tinggi tentang sistem pertanian modern ini.* (na-in)

sumber:  Youtube TANI TV (https://youtu.be/k-DpELGPz0I)

LEAVE A REPLY