Desa Digital: Dari Yogyakarta untuk Indonesia

0
34

INN.CO.ID – Yayasan Grha Sembada (GSI) bersama Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) melakukan ‘roadshow’ ke sejumlah daerah di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam menyongsong peringatan kemerdekan RI ke-76.

Diawali di Merapi View, Sleman, Yogyakarta, pada Minggu, 15 Agustus 2021. Berbarengan dengan hari ulang tahun ke-71 Prof Dr Gunawan Sumodiningrat, M.Sc, Guru Besar FEB Universitas Gadjah Mada, yang juga Pembina Yayasan GSI dan Penasehat Intani.

“Momentum peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-76 kita gunakan untuk membangkitkan semangat gotong royong, membangun Indonesia dari desa-desa dengan mengoptimalkan potensi desa, “ungkap Guntur Subagja, Ketua Umum Intani.

Guntur yang juga Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI menyampaikan refocusing program Wapres diantaranya pengentasan kemiskinan, akselerasi pengembangan UMKM, pengembangan industri halal dan ekonomi syariah.

Platform digital dapat mendorong akselerasi program tersebut. “Pak Wapres mendorong pembangunan Desa Digital (Dedi), selain Desa Wisata Agro (Dewa), dan Desa Wisata Industri (Dewi),”jelas Guntur.

Selain mencanangkan “Desa Digital, Desa Pancasilais”, GSI-Intani juga berinteraksi secara hybrid (offline dan online) melalui webinar Diskusi Warung Kopi bertajuk “Membangun Ekonomi Rakyat Pasca Pandemi Covid-19. Desa Wisata Mandiri Pangan Bebas Covid.”

Sekaligus pula diluncurkan buku berjudul “Satu Desa, Satu Usaha” yang merupakan karya Prof Dr Gunawan Sumodiningrat.

Sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu lainnya turut menyampaikan pandangan, di antaranya Dr Eko Suwardi (Dekan FEB UGM), Prof Dr Ali Agus (Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ketua HKTI DIY), Dr Bagus Santoso (Dosen FEB UGM, Anggota Majelis Wali Amanah UGM), Prof Armaidy Armay (Ketua Prodi Ilmu Ketahanan Nasional UGM), Prof Dr Totok Gunawan (Guru Besar UGM), Dr Bambang Suwignyo (Dosen Fakultas Peternakan UGM, Ketua Dewan Riset Daerah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta), dan A Iskandar Zulkarnain (Ketua GSI).

Keesokan harinya, Senin, 16 Agustus, pencanangan “Desa Digital, Desa Wisata Mandiri Pangan, Desa Pancasilais” dilaksanakan di Guwo Sari Training Center (GSTC), Desa Guwosari, Bantul, Yogyakarta. Guwosari merupakan Desa Terbaik di Kabupaten Bantul.

“Desa digital adalah desa pancasilais, yang berketuhanan, mandiri pangan, dan mampu mengoptimalkan potensi-potensi desanya,”tutur Prof Gunawan Sumodiningrat.

Selain Prof Dr Gunawan Sumodiningrat, seremoni pencanangan juga dihadiri Bupati Kabupaten Bantul Haji Abdul Halim Muslih, serta Nasyith Majidi (Ketua Yayasan Dompet Dhuafa), Bambang Saptono (Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan), Boy Candra (Ketua GSTC ), dan para Kepala Desa di Kabupaten Bantul.

Sorenya, masih di hari yang sama, GSI dan Intani melakukan pencanangan Desa Digital di kawasan Wisata New Rivermoon Adventure, Pusur, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hadir pula Yani Setiadiningrat Ketua Forum Bumdes Indonesia (FBI), I Gde Susila Wisnawa Ketua Umum Insan Pariwisata Indonesia (IPI), dan Sarjono (Pemilik Kawasan Wisata New Rivermoon Adventure), serta para Kepala Desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah serta sejumlah komunitas.

Pada Selasa (17/8), seusai upacara HUT ke-76 RI, pencanangan Desa Digital digelar di Desa Ngalang, Kecamatan Gadangsari, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta.

Selain Pembina GSI Prof Dr Gunawan Sumodiningrat dan Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika, kegiatan ini juga dihadiri Kaderi (Kepala Desa Ngalang, Kecamatan Gadangsari, Kabupaten Gunung Kidul), Yani Setiadiningrat (Ketua Forum Bumdes Indonesia), serta para Kepala Desa di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Platform Desa Digital dibangun oleh Intani dan GSI, serta didukung anak-anak muda milenial yang ahli teknologi informasi dan digital yang bernaung dalam PT Desa Digital Global.

Desa Bergerak

Dalam sambutannya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih merespons positif upaya GSI dan Intani dalam mengembangkan dan menguatkan ekosistem pedesaan menjadi kawasan Desa Digital dan Desa Wisata, terlebih jika dilakukan ke semua Desa di Indonesia.

Menurut Abdul Halim Muslih, pengembangan desa digital diyakini dapat mendorong kemajuan semua bidang di desa-desa. Bukan hanya yang terkait pelayanan birokrasi di pedesaan saja, tetapi juga di bidang pendidikan, perekonomian dan wisata.
“Membangun Indonesia memang harus diawali dari pedesaan. Jika semua desa bersatu dan bergerak, maka Indonesia cepat maju. Orang-orang di desa beraksi atau bertindak lokal, tapi berpikirnya secara global. Ayo wujudkan desa mandiri yang tangguh,” ucap Bupati Bantul, semangat.

Untuk melancarkan terwujudnya Desa Digital, pihaknya akan membenahi jaringan internet, seperti penyediaan kabel fiber optik, wireless dan lainnya. Dan pihak GSI dan Intani diharapkan akan mempasilitasi sistem aplikasinya, agar memudahkan masyarakat di Kabupaten Bantul dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“InsyaAlloh wilayah Bantul akan bebas dari blank spot, dan masyarakatnya dapat mengakses jaringan internet tanpa gangguan sinyal. Digitalisasi adalah keharusan, dan secepatnya merambah sampai pelosok desa,” ujarnya.

Secara khusus, Abdul Halim Muslih mengucapkan terima kasih kepada GSI dan Intani yang telah mencanangkan salah satu desanya (Guwosari) sebagai Desa Wisata, Desa Mandiri Pangan, Desa Bebas Covid, dan Desa Digital.*

LEAVE A REPLY