Menristekdikbud: Kami Ingin Ciptakan Lembaga Pendidikan Tinggi yang Kolaboratif

0
31
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim (foto: Instagram/@nadiemmakarim).

INN.CO.ID – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya ingin menciptakan sistem pendidikan tinggi yang berkolaborasi.

Nadiem Menjelaskan, bahwa pihaknya telah merancang delapan indikator kinerja utama (IKU) untuk memberikan intensif keuangan pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Kami ingin menciptakan suatu universitas, suatu sistem pendidikan tinggi yang berkolaborasi. Itu kata kuncinya, gotong royong, berkolaborasi tanpa adanya dinding-dinding,” jelas Nadiem dalam pembukaan Festival Kampus Merdeka, Selasa (15/6/21).

Dia menambahkan untuk menciptakan sistem pendidikan tinggi seperti itu, perlu membuat berbagai macam peraturan dan intensif bagi kampus untuk mendorong perubahan tersebut.

“Kampus merdeka untuk memaksimalkan jumlah mahasiswa yang akan keluar dari kampus, mendapatkan pembelajaran di universitas lain di luar negeri, proyek sosial mengajar, kewirausahaan, hingga magang bersertifikat dan mencari pengalaman di industri maupun perusahaan nirlaba,” tambahnya.

Kemendikbudristek juga ingin agar para dosen dapat mencari pengalaman lain di luar kampus, serta dapat membina mahasiswa kita yang di luar dan juga mencari pengalaman kerja dan pengalaman di kampus lain.

Selain itu, juga program-program studi vokasi didorong untuk “menikah” dengan industri maupun dengan kampus lain.

“Tujuannya untuk menciptakan permutasi program studi pada masa depan, sesuai dengan arahan Pak Presiden. Saya masih ingat dulu, Pak Presiden mengatakan kok program studinya sama lagi, padahal industrinya telah berubah,” kata Nadiem.

Ia menuturkan meski hal itu merupakan tantangan yang berat, namun hal itu merupakan satu-satunya cara agar mahasiswa dapat lulus dengan baik. Ia menilai pelajar mendapatkan kompetensi terpenting di dunia yang perubahannya semakin cepat.

“Bagaimana dia akan mempelajari kolaborasi kalau dia tidak belajar, berkarya sebagai tim. Bagaimana dia mau mengerti kreativitas atau kewirausahaan kalau dia tidak mengerjakan sesuatu di dalam dunia nyata,” tutur dia.

Dalam melakukan perubahan itu, Nadiem menambahkan perlu kerja sama berbagai pihak untuk melakukan perubahan dan pemerintah hadir dari berbagai aspek. (ud/ed).

LEAVE A REPLY