Wisata Desa dan “Outdoor” Menjadi Primadona di Tengah Pandemi

0
35
Desa Wisata Cihaniwung, Pangalengan Bandung, Jawa Barat (Foto: Istimewa)

Industri pariwisata merupakan salah satu industri yang paling terdampak pandemi covid-19. Kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik turun drastis. Namun, perlahan industri pariwisata menggeliat dengan inovasi, kreativitas, dan penerapan protokol kesehatan ketat.

“Industri pariwisata tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 73,60 persen, dengan jumlah kunjungan sekitar 3,89 juta wisatawan,”ungkap Guntur Subagja Mahardika, Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI, saat menjadi keynote speaker dalam Webinar Nasional: Kontribusi Entrepreneur Muda dalam Membangun Ekonomi Nasional, Minggu, 21/3/2021. Tahun 2019, kunjungan wisatawan mencapai 11,9 juta.

Guntur yang juga Pembina Insan Pariwisata Indonesia (IPI) optimis pemulihan sektor pariwisata akan cepat dengan sejumlah inovasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama para pelaku industri pariwisata.

Desa Wisata Cihaniwung, Pangalengan Bandung, Jawa Barat (Foto: Istimewa)

Selain hotel-hotel yang kini mulai digunakan kembali forum-forum pertemuan, juga industri kuliner mulai menggeliat. Sementara wisata alam dan “outdoor” menjadi pilihan banyak wisatawan. “Di tengah pandemi potensi wisata alam menjadi primadona, wisata outdoor, kuliner, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,”kata Guntur.

Ia memaparkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mendorong pengembangan pariwisata desa. Ia menyebut konsep pariwisata Dewa-Dewi.

Dewa adalah Desa Wisata Agro yang dapat dikembangkan di daerah-daerah berbasis pertanian. Sedangkan Dewi adalah Desa Wisata Industri yang harus dikembangkan di desa basis usaha mikro kecil dan menengah.

Potensi wisata desa ini sangat besar dan dapat menyerap lapangan kerja baru. “Peluang bagi para entrepreneur muda,”ujar Pembina IPI. (*)

LEAVE A REPLY