Pasca Kerusuhan, Tiga Terduga Teroris Serang Brimob

0
61
Pasukan Brimob berjaga. Foto;depoktren.com
Pasukan Brimob berjaga. Foto;depoktren.com

INN.CO.ID –Pasca kerusuhan di Rutan Mako Brimob, tiga orang terduga teroris menyerang Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Kamis (10/5/2018) pukul 23.45 WIB.

Dua orang berhasil kabur, satu orang membunuh seorang Brimob.

Informasi tersebut diungkapkan, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melalui surat elektronik kepada media online depoktren, Jumat (11/5/2018).

“Kami merasa prihatin dengan peristiwa ini, apalagi terjadi pasca kekacauan di Rutan Brimob yang menyebabkan lima polisi terbunuh. Tapi sayangnya hingga Jumat siang Polri belum mengumumkan tragedi Kamis malam ini,” ungkap Neta.

Menurut Neta, dari info A1 yang dikumpulkan IPW menyebutkan, Kamis malam 10 Mei 2018 pukul 23.45 dua Intel Brimob melihat tiga lelaki yang mencurigakan di sekitar Mako Brimob. Sepertinya ketiganya diduga membawa bahan peledak.

Kedua Intel Brimob itu, Briptu Norman dan Briptu G pun berusaha membekuk ketiganya. Namun hanya TS yang tertangkap. Sedangkan dua temannya berhasil kabur dengan membawa bahan peledaknya. TS pun lalu dibawa ke kantor Satintelmob di dalam Mako Brimob.

Saat diperiksa TS diketahui berusia 23 tahun dan berasal dari Tanjung Siang Jabar. Saat diperiksa TS ijin ke toilet karena lama tak muncul Bripka Marjin Prancis mendatangi toilet. Saat itulah TS melakukan serangan dan menikam anggota Brimob itu bertubi tubi.

“Mendengar keributan di toilet, teman temannya mendatangi TKP dan berhasil membekuk TS. Sementara Bripka Marhun yang luka parah dibawa ke RS Bhayangkara Brimob. Jumat (11/5/2018), pukul 02.40 korban meninggal dunia dengan luka parah di bagian perut,” tuturnya.

Neta mengatakan, IPW merasa prihatin dengan peristiwa ini karena terjadi di Mako Brimob paska kekacauan di Rutan Brimob. IPW berharap Polri transparan mengungkap peristiwa pembunuhan anggota Brimob ini dan mengungkap pelaku dari teroris jaringan mana.

“Polri juga perlu meningkatkan keamanan di sekitar Mako Brimob. Jika keamanan anggota polisi di markas komando pasukan elit Polri itu saja tidak bisa terjaga, bagaimana publik bisa percaya bahwa polisi mampu menjaga keamanan masyarakat,” pungkas Neta. (Mastete)

LEAVE A REPLY