“Indonesiaku, Wolak Walike Zaman, dan Lestari Alam” Juara Lomba Cipta Lagu Peduli Alam

0
119
Setiawan Djody dan Dewan Juri Lomba Cipta Lagu HKTI.
Setiawan Djody dan Dewan Juri Lomba Cipta Lagu HKTI
Pemenang Lomba Cipta Lagu HKTI.

INN.CO.ID – Lomba Cipta Lagu Peduli Alam yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melahirkan banyak karya kreatif bersubtansi peduli pertanian dan lingkungan. Ada 33 lagu turut serta pada lomba dalam rangka HUT ke-45 HKTI tersebut.
Dewan Juri yang dipimpin artis senior Setiawan Djody dengan anggota Solon Sihombing dan Camelia Petir memilih dan menetapkan tiga lagu sebagai pemenangnya. Lagu “Indonesiaku” karya Jefriie, Rian, Siska, dan Fadlan (Kepulauan Riau) sebagai Juara I. Tembang berjudul “Wolak Walike Zaman” karya Bambang Yudho (Jawa Tengah) terpilih menjai Juara II. Dan lagu “Lestari Alam” karya Antiokus Waga dan Ajuy (Kolaborasi pencipta lagi asal NTT dan Jawa Barat) ditetapkan menjadi Juara III.
“Kami sulit untuk menetapkan lagu terbaik karena lagu-lagu yang masuk finalis ini semuanya bagus. Namun hasil penilaian dan pembahasan Dewan Juri, kami bersepakat menetapkan “Indonesiaku” sebagai juara pertama,”ungkap artis kondang Setiawan Djody pada Final Lomba Cipta Lagu HKTI pada acara Syukuran HUT ke-45 HKTI di Kantor DPN HKTI, Jl HOS Cokroaminoto, Menteng Jakarta, Jumat (27/4/2018). Bahkan, Setiawan Djody menyatakan siap untuk memproduksi lagu-lagu pemenang tersebut menjadi album komersial.
Banyak faktor yang menjadi dasar penilaian, mulai dari lirik lagu, aransemen, kreativitas, dan nilai-nilai yang disampaikan dalam lagu tersebut. “Indonesiaku” yang dikemas dengan aransemen ‘milenial” membawa pesan-pesan peduli lingkungan dan pelestarian alam Indonesia. Lagu “Wolak-Walike Zaman” membawa pesan moral mengenai rusaknya lingkungan akibat ulah manusia. Lagu dengan lirik bahasa Jawa tersebut menggambarkan sketsa sosial yang terjadi pada masyarakat saat ini. Begitu pula lagu “Lestari Alam” mengajak masyarakat merawat alam dan tidak merusak lingkungan.
Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah uang tunai Rp 15.000.000,- (Juara I), Rp 10.000.000,- (Juara II), dan Rp. 5.000.000,-(Juara III). “Khusus Lagu Lestari Alam, walaupun memperoleh Juara III, tapi kami melihat lagu ini dikemas komersial, sehingga kami beri hadiah tambahan berupa satu unit handphon,” ungkap Solon Sihombing, anggota Dewan Juri.
Setiawan Djody yang disela-sela acara sempat naik panggung menyanyikan lagu “Bento” dan Bongkar” mengapresiasi Lomba Cipta Lagu yang diselenggarakan HKTI tersebut. Djody melihat Lomba ini sangat penting diselenggarakan kepengurusan HKTI pimpinan Jenderal Purn Dr Moeldoko, yang saat ini melakukan konsolidasi untuk membangun kekuatan petani menjadi landasan tulang punggung swasembada pangan.
“Pesan-pesan melalui karya musik yang indah dengan kekuatan ritme yang molodius dan pesan liriknya menjadi kekuatan ssemangat berjuang, bekerja… bekerja.. bekerja… berhasil melahirkan Nusantara menjadi swasembada pangan”papar Setiawan Djody, yang juga anggota Dewan Penasehat HKTI.
Lomba Cipta Lagu HKTI yang dipimpin Ketua Panitia Ali Imron bersama Ketua Panitia HUT ke-45 HKTI Mayjen Purn Winston P Simanjuntak dan Panitia Pengarah, Sekjen HKTI, Mayjen Purn Bambang Budi Waluyo diselenggarakan sejak bulan Maret 2018. Proses penjurian dilakukan mulai awal April 2018 dan finalnya dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Syukuran HUT ke-45 HKTI. Dalam lomba yang dilakukan dalam waktu singkat ini cukup banyak lagu yang turut serta, yang dikirim dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari keluarga besar HKTI maupun masyarakat umum.
“Lomba cipta lagu ini sangat impresif, lagu-lagunya, liriknya sangat menyentuh dan berkelas nasional. Salut untuk mas Setiawan Djody yang mau jadi produser para pemebang,”ujar Solon Sihombing.
Artis dangung Camelia Petir yang juga menjadi Dewan Juri menilai lagu-lagu yang dikirimkan semua finalis cukup bagus. “Kami para juri bingung menilainya, tapi kami berembuk terpilihlah tiga lagu terbaik dari 33 lagu yang turut serta,”ungkap Camel.
Ketiga finalis ini, katanya, layak menjadi pemenang dilihat dari berbagai aspek. Baik dari aranseen musik, lirik, bahkan unsur etnik dan nuansa alamya. “Mereka sangat layak menjadi pemenang, semoga ini dapat menginspirasi masyarakat,”ujar Camelia Petir yang juga aktif di HKTI sebagai pengurus organisasi sayap, Perempuan Tani HKTI.
Sekjen HKTI Bambang Budi Waluyo mengapresiasi karya peserta dan kerja keras para Dewan Juri yang telah berdedikasi turut berpartisipasi dalam membangun dan mengembangkan HKTI sesuai misi dan visinya memakmurkan petani dan membangun kedaulatan pangan nasional.
Sekjen HKTI menyerahkan Sertiikat Juara Lomba Cipta Lagu kepada para pemenang didampingi oleh Ketua Umum Perempuan Tani HKTI Dian Novita Susanto dan Ketua Umum Pemuda Tani HKTI Rina Saadah. Selain kepada peserta, Sekjen HKTI mewakili Ketua Umum Jenderal Purn Dr Moeldoko memberikan penghargaan kepada para juri berupa Plakat Karikatur para Dewan Juri. (mc)

LEAVE A REPLY