Presiden Jokowi : Inovasi Adalah Kunci Dalam Merespon Perubahan Zaman

0
24
Presiden Joko Widodo

INN.CO.ID – Ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini berkembang dan berubah begitu cepatnya. Ditandai dengan digitalisasi dan komputasi yang telah melahirkan terobosan di berbagai bidang. Era yang disebut Revolusi Industri 4.0 ini sudah berlangsung dan harus diantisipasi secara serius.

Perubahan zaman juga akan mempengaruhi lanskap ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Karenanya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghimbau agar agenda penelitian, kurikulum, metode pendidikan, cara organisasi, kompetensi SDM juga harus mengalami perubahan.

“Inovasi adalah kunci dalam merespon perubahan zaman. Untuk itu cara kerja perguruan tinggi harus inovatif dengan mengembangkan cara-cara baru. Tidak ada pilihan lain jika kita ingin Indonesia maju, kita harus melakukan perubahan. Perubahan pola pikir, cara kerja, model organisasi, produktivitas, disiplin nasional, inovasi. Semua harus berubah,” ucap Presiden Joko Widodo pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-68, Jumat (2/2) di Balairung UI, Depok.

Presiden menambahkan keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus terus ditumbuhkan. Kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan. Untuk menunjang hal tersebut dibutuhkan fasilitas pendukung kampus untuk mendorong inovasi.

“Perguruan tinggi dapat menyediakan semacam co working space dan creative hub agar inovasi dan kreasi baru bisa dibiayai dan diapresiasi. Selain itu, para inovator perlu dijejaringkan serta produk riset dipublikasikan dan dihilirkan,” ujarnya.

Presiden mengharapkan pendidikan tinggi dapat menjadi penopang ekosistem nasional dalam menanggapi perubahan revolusi industri 4.0. Presiden meyakini pendidikan tinggi merupakan organisasi yang paling sempurna sebagai rujukan reformasi.

“Pendidikan tinggi adalah organisasi yang paling responsif dan fleksibel dalam menanggapi perubahan zaman. Saya yakin SDM pendidikan tinggi adalah SDM paling terbuka dan antisipatif menatap masa depan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Presiden didampingi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan Forum Kebangsaan UI. Rektor UI Muhamad Anis mengatakan forum ini merupakan wadah yang beranggotakan para akademisi, ahli kepakaran serta guru-guru besar UI yang di dalamnya akan membahas isu-isu strategis bangsa.

“Diharapkan dengan adanya forum ini para ahli, akademisi, masyarakat khususnya civitas akademika UI dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan kontribusi nyata pada penyelesaian permasalahan bangsa di berbagai bidang seperti politik, hankam, energi, daya saing, dan kebangsaan,” tutur Anis.

Hadir dalam acara tersebut Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan beberapa menteri kabinet kerja alumnus UI seperti Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Perekonomiam Darmin Nasution, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

LEAVE A REPLY