Pemerintah Batal Impor Beras Lewat PPI

0
199

INN.CO.ID – Pemerintah melakukan sejumlah penyesuaian atas rencana impor beras sebanyak 500.000 ton yang akan dilakukan hingga Febuari tahun ini.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan perubahan tersebut saat membuka Rapat Koordinasi terkait Kebijakan Impor Beras bersama instansi terkait, yaitu Kementrian Perdagangan, Kementrian Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), Senin (15/1/2018).

“Impor beras di awal tahun ini tetap dilakukan dengan beberapa perubahan dalam mekanisme pelaksanaannya,” ungkap Menko Darmin.

Penyesuaian itu adalah, impor beras yang semula dilakukan oleh PT PPI (Persero) akan dilakukan oleh Bulog. Selain itu, beras yang diimpor adalah dalam bentuk beras umum, sesuai mandat Perpres No 48 tahun 2016. Sebelumnya yang akan diimpor pemerintah adalah beras khusus.

Adapun kesepakatan yang dicapai dalam rapat adalah pemerintah meminta Bulog terus melakukan operasi pasar seperti yang sudah dilakukan. Pemerintah juga menugaskan Bulog untuk menyerap gabah dan beras hasil panen petani dengan harga sesuai dengan Inpres No 5 Tahun 2015 dan Permentan No 71Tahun 2015.
Penyempurnaan data luas panen, produktivitas dan produksi juga akan dilakukan pemerintah melalui kerjasama antara BPS dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggunakan basis data kebijakan satu peta, verifikasi lahan secara sample oleh pihak indipenden.

LEAVE A REPLY